M. Ridwan Arifin, “apapun kompetisinya pokoknya ikut, entah kalah, entah menang, itu urusan belakang !”

Sosok wajah ini tentunya tidak asing lagi bagi etoser khususnya penghuni asrama ikhwan etos. M. ridwan arifin atau biasa dipanggil ridwan merupakan salah satu etoser 08 yang ada di asrama ikhwan keputih. Pemuda kelahiran nganjuk ini sekarang menempuh studi mengenai ilmu kesehatan masyarakat di universitas Airlangga (Unair). Pemuda yang dulunya menempuh masa belajarnya selama 6 tahun di madrasah ini mengaku bangga menjadi salah satu keluarga etoser Surabaya. Meski citanya untuk kuliah di fakultas kedokteran unair tidak kesampaian, pemuda ini mengaku tidak pernah menyerah untuk menggapai cita dan harapannya yang lain.
Meskipun kelihatan seperti pemuda biasa pada umumnya namun sosok etoser yang satu ini memiliki potensi yang besar untuk berprestasi. Sejak masih belajar di MTs pemuda ini hobi sekali mengikuti kompetisi, “apapun kompetisinya pokoknya ikut, entah kalah, entah menang, itu urusan belakang” ungkapnya. Saat ditanya apa yang menjadi motivasinya untuk mengikuti setiap kompetisi, dia hanya tersenyum sambil menyebutkan satu persatu mulai dariuang pesangon, popularitas, pengalaman, kelihatan kaya orang pinter, dan masih banyak lagi. Namun yang menjadi motivasi utamanya adalah “aku tahu tubuhku ini memiliki banyak potensi namun aku tidak tahu kapan potensi itu akan muncul, sehingga aku memerlukan paksaan sebagai metode akselerasi aktualisasi potensiku” hal inilah yang menjadikan pemuda ini memaksa tubuhnya untuk berusaha untuk mengetahui potensi dirinya.

Hal inipun ternyata tidak hanya isapan jempol berawal dari kegemarannya dalam berkompetisi mulai dari predikat juara, asisten guru, dapat uang pembianaan, beasiswa, hingga beasiswa etos bisa diperolehnya. Kegemarannya untuk berkompetisi dapat dilihat dari kiprahnya, sejak MTs dia selalu masuk dalam tim olimpiade sekolahnya. Begitu pula pada saat di MAN 3 kediri, pria berambut lurus ini dapat masuk di 4 tim olimpiade pada bidang yang berlainan dan sering juga ikut dala perlombaan karya tulis ilmiah. Sejak memulai karirnya di FKM Unair pemuda ini menetapkan targetnya untuk membuat 100 karya tulis ilmiah selama 4 tahun. Meski sekarang baru 24 karya tulis yang dia telorkan dia yakin dapat mencapai target itu. Meski hanya 2 dari 24 karyanya mendapat penghargaan yaitu lolos pkmm 2009 dan lolos pendanaan bisnis plan unair 2009 dia mengaku tidak pernah bosan untuk berkarya. Karena dari karya2nya itu dia mengatakan telah mendapatkan uang lebih dari 22 juta, meski uang itu bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Dilihat dari prestasi akademiknya, pemuda berperawakan kurus ini masih terkesan tertutup. “Masih belum masuk kriteria berprestasi”, katanya. Hingga sekarang pemuda asal nganjuk ini masih belum mendapat IPK cumlaude. Namun dia yakin bahwa dia akan diwisuda dalam keadaan IPK cumlaude. Saat ditanya apa alasannya kok tidak terlalu berprestasi di bidang akademik, “katanya temanku sih aku terlalu sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler, namun menurutku itu disebabkan aku malas belajar, karena aku memiliki keyakinan tidak ada alasan untuk tidak berprestasi”, sahutnya.

Di bidang kegiatan ekstra kurikuler, remaja dengan tinggi 167cm ini mengaku aktif dalam beberapa kegiatan organisasi, diantaranya : staff dept. studi ilmiah mahasiswa FKM Unair, ketua club ilmiah FKM, anggota pendiri organisasi trainer dalam hal motivasi (fositif) FKM, anggota organisasi cinematografi dan kreatifitas (sunrise) FKM, Menlu ikatan alumni man 3 kediri (forsma) dan yang masih dalam rangka perencananaan pendirian NGO dalam hal peningkatan kesehatan masyarakat. Selain itu mahasiswa yang satu ini gemar sekali ikut seminar dalam rangka mengumpulkan sertifikat untuk menunjang gelar mawapres yang akan disandangnya tahun 2011 (harapannya).

Dalam kegiatan yang profitable, mahasiswa Unair ini aktif dalam menjalankan bisnis souvenir yang sebenarnya masih dalam taraf pembangunan dan LBB privat “ridwan” yang telah satu semester dirintisnya. “Selain itu mengikuti perlombaan juga bisa menjadi salah satu kegiatan yang profitable” ungkapnya.

Hal inilah yang sekiranya dapat di ungkap dari sosok ridwan yang pendiam. Salah satu ungkapan yang sempat tercetus dari remaja 20 tahun ini adalah “sebenarnya aku masih malu mendapat beasiswa etos ini, karena aku masih belum bisa melakukan hal berarti yang bisa dibangggakan oleh masyarakat bahkan aku sendiri, mengapa etos dulu memilihku padahal banyak orang di luar sana yang mungkin bisa melakukan hal yang lebih dari pada aku. Namun aku tetap khusnudzon bahwa semua ini bukanlah kebetulan. Dan aku yakin aku memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan dan aku akan membuktikan etos tidak salah memilihku”.

Semoga hal2 diatas dapat menjadi suntikan motivasi baru bagi kita, dan yakinlah semua yang ada di etos adalah orang2 berprestasi yang akan mengubah bangsa, Negara, bahkan dunia ini kearah yang lebih baik.amin

4 thoughts on “M. Ridwan Arifin, “apapun kompetisinya pokoknya ikut, entah kalah, entah menang, itu urusan belakang !”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s