Sony, ikhwan ‘ jambret ‘ dadakan 2009

Baru saja satu bulan di Etos, atau baru saja satu bulan menginjakkan karirnya sebagai mahasiswa baru di Teknik Kelautan  ITS, ikhwan berkelahiran Situbondo, 26 Juni 1990 ini tiba-tiba menorehkan prestasi yang membanggakan. Yaitu sebagai Juara 3 Presenting Competition ( Perlombaan Presenter Terbaik) yang diadakan oleh Eureka TV pada hari Sabtu, 12 Agutus 2009.

soni

Karena prestasinya yang membanggakan ini, pantaslah jikalau  pihak CHEETOS (Choretan Anak Etos) menobatkan Sony sebagai Ikhwan Jambret 2009, loh… koq ikhwan jambrets sih… Eits jangan salah paham dulu… ikhwan Jambret itu singkatan dari Ikhwan JAwara Muslim Berprestasi unaiR ITS. Gelar ini serta merta disandangkan bagi Etoser yang berhasil meracik prestasinya di dunia kampus. Okey gak…

Nah… tentunya temen-temen pada penasaran kan gimana bisa sih si sony ini bisa mendapat juara 3.  okey gak usah lama-lama, simak aja deh wawancara tim CHEETOS (Choretan Anak Etos ) dengan sang jawara kita yang baru ini.

1. Gimana sih perasaan kamu setelah mendapatkan juara 3 Presenting Competition ini ?

Hm… Sebenarnya ada senangnya dan ada sedihnya juga sih, kalo senangnya karena satu, saya bisa mendapat hadiah dan piala, dua, banyak sekali pelajaran yang dapat aku ambil dalam kompetisi itu, yang ketiga dan gak kalah senangnya karena aku bisa bertemu dengan para juri yang professional. Sebut saja   Intan permana , yang udah memiliki jam terbang tinggi, beliau pernah jadi presenter di salah satu televisi swasta (Indonesiar dan Trans TV), trus selain itu ada mbak Yustin Karina, beliau pernah menjabat sebagai putri Indonesia Intellegensi 2008 dan terakhir mas Andika dari pihak Eureka TV itu sendiri yang udah mempunyai pengalaman sak embrek tentang presenting tentunya.

2. Lah sedihnya karena apa?

Sedihnya ya seharusnya saya bisa lebih dari juara tiga, bukannya sombong, tapi untuk menyangkut tentang presenter, saya memiliki pengalaman yang lebih di dunia penyianaran khususnya di  radio. Seharusnya saya bisa lebih all out.

3. Wah sayangnya, seharusnya kamu bisa lebih all out lagi kan.. Hm.. Kira-kira apa sih kendala yang membuat kamu gak bias all out itu sendiri?

Pertama, karena saya tidak bisa menempatkan rasa nerveous pada saat tampil, dan Kedua karena kuRangnya peenguasaan saya pada materi bridging ( Materi dalam lomba).

4. Oh gitu, oke-oke. Oh ya, kira-kira, apa sih kelebihanmu sebagai seorang presenter sehingga membuatmu meraih juara?

Kelebihannya sih sebenanrnya secara individu saya tidak menyadari sepenuhnya . Tapi berdasarkan komentar dari para juri nie, kata mereka suara saya jernih dan memiliki nilai komersil, selayaknya suara yang dimiliki presenter pada umumnya.

5. Trus, selain kelebihan, apa ada hal lain yang perlu kamu tingkatkan untuk menambah keprofesionalitasanmu sebagai presenter?

Yang pertama sih,  saya harus lebih bisa untuk mengontrol nerveous, dan yang gak kalah penting adalah  melatih mimic wajah alias ekspresi agar pesan dari sebuah informasi yang saya bawakan bisa tertangkap oleh peimrsa.

6. Nah, kamu kan udah jadi juara, bisa gak kira-kira kamu bagikan tips-tipsnya untuk etoser lain agar bisa menjadi presenter yang handal ?

Sebenarnya untuk menjadi seorang presenter, itu bukanlah tuntutan suatu bakat. Jadi pada dasarnya kita harus banyak dan banyak berlatih jika ingin benar-benar terjun di dunia presenting.  Cara yang umum saya gunakan untuk  berlatih yaitu dengan latihan di depan cermin, dan berlagak seperti presenter pada biasanya yang kayak di TV-TV. Sehingga dari situ, saya  menilai diri saya secara personal sebelum di nilai oleh seseorang secara umum. Selain itu, satu hal lagi yang perlu diperhatikan untuk menjadi presenter handal, yaitu bisa mengontrol dan menempatkan rasa nerveous di tempat yang benar, sehingga mampu meminimalisir kesalahan dalam berkomunikasi.

7. Hm.. satu pertanyaan lagi.. bagaimanakah sih perasaan kamu saat berdiri di hadapan para juri yang cantik (hehehe, gak penting) dan terkenal itu?

Ya… sempet sih saya salah tingkah, tapi bukan karena terpaku pada kecantikannya (bo’ong nih) saya merasa kaget saja karena tiba-tiba bisa berdiri dihadapan para presenter terkenal untuk dinilai kemapuan saya, padahal saya kira semula beliau-beliaunya hanya sekedar menonton saya pada saat kompetisi, eh gak taunya mereka ternyata menjadi juri. Yang paling mengagetkan adalah kehadiran Putri Indonesia Intellegensi 2008 sebagai juri, ini adalah pengalaman pertama saya yang paling  menegangkan diantara ketegangan-ketegangan yang saya hadapi selama ini.

Waaah … keren ya…  itu tadi segelumit wawancara dengan si Soni, yang lainnya, jangan cuman liat n baca donkz.. Butikan bahwasanya kalian bisa juga menjadi Ikhwan JaMBret (JAwara Muslim BerpREsTasi) di angkatan kalian, OKEY…

by Dhanar (mabadur 01) E’09

6 thoughts on “Sony, ikhwan ‘ jambret ‘ dadakan 2009

      • @mz sam: wa…. kura-kura dalam perahu ni…. pura-pura tidak tahu dengan wujud seorang sony…. he….

        @mz bowo: iy bener… situbondo, kota yang asri, damai, dan tentram. he…. di detailkan lg donk… adik kelasna mz pras….. soalnya rambut kita kn berbeda. he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s