Pernahkah kita berpikir

Kita hidup di dunia sudah hampir atau sudah melebihi 20 tahun. Sungguh ini merupakan nikmat yang besar dan rahmat yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Sejauh ini kita merasakan keindahan hidup yang begitu memberikan cahaya hidup yang terang pada diri kita. Kita hidup sebagai seorang yang tegap sebagai seorang yang bisa makan, bisa menikmati indahnya dunia, indahnya suara-suara indah, menikmati lezatnya makanan, kita punya tangan menyentuh dan bekerja, kita punya kaki yang bisa mengantarkan kita kemana pun kita mau.

Namun, dari kenikmatan tersebut, taukah kita siapa yang memberikan semua itu? Mungkin kita tau. Tapi sadarkah kita? Sekilas kita mengatakan sadar, tapi apakah kita ini benar-benar sadar? Setingkat apakah kesadaran kita? Ini menjadi suatu pertanyaan dan pernyataan yang harus kita pertanggung jawabkan. Semuanya

Kalau kita mau mengamati diri kita atau mengintrospeksi diri kita, kita akan tahu betapa durhakanya kita dan kitapun akan semakin sadar atas kekufuran kita terhadap nikmat Allah, dan kalaupun kita sudah merasa syukur, ternyata syukur kita masih tidak ada apa-apanya dibandingkan nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah.

Syukur itu tidak hanya diucapkan lewat lesan, namun bagaimana kita bisa memanfaatkan benar-benar apa yang telah Allah berikan kepada kita untuk jalan yang diridloi oleh Allah. Kita punya mata, mata itu milik Allah. Namun sudahkah kita menggunakannya untuk melihat hanya pada yang diridloi Allah? Atau masihkah kita menggunakannya untuk melihat sesuatu yang tidak diridloi oleh Allah atau melihat sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Begitu juga telinga, tangan, kaki dan apapun itu yang telah dititipkan oleh Allah kepada kita, sudahkah kita menempatkan pada tempatnya?

Mata, telinga, hidung, tangan, kaki, hati, jantung, paru-paru, kepala, tubuh dan bahkan diri kita ini, adalah milik Allah, kita hanya diberi titipan oleh-Nya agar kita bisa menggunakannya untuk sesuatu yang diridloi oleh-Nya. Pernahkah kita berpikir? Pikirkan sekarang ! Renungkan !

 

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن مسعود قال : حدثنا رسول الله وهو الصادق المصدوق : ” إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوماً نطفة ، ثم يكون علقة مثل ذلك ، ثم يكون مضغة مثل ذلك ، ثم يرسل إليه الملك ، فينفخ فيه الروح ، ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه ، وأجله ، وعمله ، وشقي أم سعيد ، فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار فيدخلها ، وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة فيدخلها “ . رواه البخاري ومسلم

 

BY UMAR e08

jangan lewatkan tulisan2 etoser lainnya yang tidak kalah seru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s