Tri Eko Wahyuni


Namaku Tri Eko Wahyuni lahir di Jember, 5 Mei 1986. Saat SD aku bersekolah di SDN Semboro II, kemudian melanjutkan di SLTP N 4 Tanggul. Setelah itu sebenarnya ada kebingungan dalam keluargaku, apakah aku akan melanjutkan SMA favorit di kota atau SMA biasa di desaku. Karena jelas biaya sekolah di kota jauh lebih mahal daripada di desa. Tapi syukurlah kepala sekolah mau membantu mengajukan beasiswa untukku melanjutkan di SMA favorit, yaitu SMA 1 Jember.

Cita-citaku sejak kecil memang ingin menjadi seorang dokter. Tapi dulu itu hanyalah sebuah perkataan anak kecil yang polos ketika ia ditanyai tentang mimpinya. Karena anak kecil tidak akan memikirkan bagaimana susahnya jalan menuju kesana, hanya sekedar pernyataan yang terlontar yang berasal dari keinginan hatinya yang paling dalam. Dan hanya satu yang ia tahu waktu itu hanyalah giat belajar jadi anak pandai untuk menjadi seorang dokter. Keinginan itu semakin tumbuh dan berkembang dalam hatiku hingga aku berada di bangku SMA. Tapi saat itu aku sudah bisa berfikir bahwa tidaklah mudah jalan untuk mencapai impian itu. Selain kepandaian, ada hal lain yang penting adalah biaya. Sementara aku sudah tahu jelas bagaimana keadaan ekonomi orang tuaku. Jangankan untuk kuliah di kedokteran, biaya sekolah di SMA saja dari beasiswa, dan untuk biaya hidup di kota aku mesti mencari sendiri. Setiap minggu aku pulang ke kampung untuk mengajar bahasa inggris anak SD-SMP di suatu lembaga kursus bahasa inggris. Dan gajinya kubuat untuk hidup sehari-hari di kota tempat ku sekolah.

Menjelang kelulusan SMA aku sempat bingung apakah aku harus berhenti sekolah atau melanjutkan kuliah. Tapi kemudian aku mempunyai tekad untuk kuliah sambil kerja, tapi tentunya bukan di kedokteran. Waktu itu aku sempat memutuskan akan kuliah di FKIP Jember. Namun Alhamdulillah, seorang Bapak menawariku kuliah di Surabaya . Beliau adalah putra dari ibu kosku, seorang dokter gigi dan salah satu dosen di fakultas Kedokteran Gigi Unair. Selama itu aku tidak tahu bahwa beliau memperhatikan prestasi belajarku dan juga dukungan dari cerita ibu kos tentangku dan keadaan ekonomi keluargaku. Akhirnya beliau bertanya padaku apakah aku ingin sekolah di kedokteran, masalah biaya beliau janji akan membantu mencarikan beasiswa untukku. Tentu saja aku bahagia mendengar tawaran itu. Sebenarnya ada sedikit ragu dan takut, tapi karena keinginanku yang begitu kuat untuk menjadi seorang dokter akhirnya aku menerima tawarannya. Dan Alhamdulillah SPMB aku diterima di FK Unair Surabaya .

Saat pendaftaran ulang di FK Unair tiba-tiba aku membaca sebuah brosur beastudi etos di papan pengumuman. Waktu itu pendaftaran tinggal 1 hari dan aku langsung menelpon secretariat etos untuk mendaftar. Susah sekali waktu itu untuk mencari asrama etos dan mencari seseorang untuk ditemui. Tapi dengan perjuangan yang keras akhirnya Alhamdulillah aku diterima di etos.

Terima kasih untuk Beastudi Etos yang sudah bersedia menyediakan jalan untukku mencapai impianku. Semoga perjalanan ini bermanfaat dan semua teman-teman etos dapat mencapai keberhasilannya. Amin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s