Agus Cahyono

Agus Cahyono


Aku bersama temanku itu sebut saja Rita (anak laki-laki jangan salah) boncengan mencari bapakku di rumah eh ternyata bapak sudah berangkat lagi dan mau tidak mau aku harus kembali lagi keSMA2 untuk menyusul bapakkusetelah tiba di SMA2 ternyata waktu pendaftaran sudah tutup satu jam yang lalu aku sempat kaget melihat jam tanganku tetapi aku bersukur Alhamdulillah ternyata Pak Roy bersedia menunggu bapak yang mengambil legalisir kartu keluarga.

Pada hari pendaftaran saja amat menegangkan bafiku tetapi alhamdullilah aku bersukur lagi saat melihat pengumuman siapa saja yang di terima di SMA2 itu aku melihat namaku dalam barisan nama-nama siswa yang diterima.setelah beberapa saat menikmakmati senangnya  masuk SMA yang aku idam-idamkan aku harus di hadap dengan masalah baru yaitu mengenai biaya pendidikan yang ada di SMA 2 begitu besar di bandingkan dengan sekolah-sekolah SMA yang lain tapi ketika aku bicara tersebut kepada bapakku beliau hanya bisa menjawab ‘aku akan mengusahakan mencarikan dana sekuatku dan jika bisa bayar uang sekolahnya di bayar saja tiap panen’ aku mendengar hal itu hanya bisa diam dan mencoba mengatakannya pada pak Pon .sebagai orang yang bertugas menarik uang SPP di SMAku ,setelah memasuki beberapa bulan di SMA tersebut aku sempat kaget sekali di sana banyak sekali anak-anak yang pintar sampai-sampai aku sempat depresi karena materi pelajaranya sulit kukuasai tapi ada beberapa temanku yang sudah menguasainya  beberapa mata pelajaranku mendapat nilai buruk-buruk  dalam ulangan hariannya bahkan aku pernah mendapat nilai 30 untuk mata pelajaran matematika dan hal itu sempat membuatku sock  karena selama ini aku tidak pernah memperoleh nilai seburuk itu.

Tetapi karena hal itulah aku lebih tau bahwa di dunia ini banyak hal yang tidak kita tau selain apa yang pernah kita alami.aku juga mendapat pelajaran dari hal itu jika kita beradaptasi dengan lingkungan baru haruslah serius dan harus menyesuaikan sebisa kita kalau tidak kita akan tertinggal  dengan teman-teman kita di SMA kelas satu ini aku mengikuti beberapa ektra kulikuler yang tentunya sebagai ekstra kulikuler yang di wajibkan di antaranya ekstrakulikuler  PMR(palang merah remaja), PRAMUKA, Komputer, baca tulis bahasa arab,tetapi karena saat itu aku masih minder terhadap kemampuanku sendiri sehingga membuat aku tidak maksiamal dalam belajarku dan hasilnya menjadi tampak buruk,tetapi aku masih bersukur aku masih mendapat peringkat sembilan sekelas pada semester satu dan peringkat sepuluh pada semester dua.

Ketika akan kenaikan kelas aku merencanakan untuk dudk sebangku lagi dengan Bima temanku sebangku karena anaknya pintar karena saat itu dia memperoleh peringkat tiga sekelas .tetapi rencanaku itu harus gagal ditengah harapan karena kebiasaan yang selama ini teman sekelas pada kelas satu dan naik kekelas dua sama berubah.saat itu kepala sekolahku baru saja ganti dankarena kepala sekolah baru kebijakanya pun memjadi baru.akusempat kaget dan sedikit negative thinking karena aku sudah susah payah mencari teman sekarang harus mencari teman yang baru lagi.tapi akirnya akui terbiasa denganteman teman kelasku yang baru tersebut pertama kali masuk sih aku sempat kaget dengan tatapan mata temanku yang begitu aneh melihat aku saat bertanya kepada bapak ibu guru. Gak tau apa yang mereka pikirkan, tetapi akirnya aku terbiasa dengan hal itu dan menjadi bersemangat saat aku bertanya dan teman temanku yamg lainikut bertanya.

Aku di kelas dua amat menikmati pelajaranku bayangkansaja kalau anda bersama sekelasdengan  orang yang mendapat nilai rapot yang terbaik sesekolahan beserta orang-orang yang aktif dan bersahabat (tetapi tentunya setelah aku kenal mereka)tiapulangan di kelas dua atau semester dua dan tiga aku amat menikmatinya aku sering mendapat nilai yang menurutku relatife bagus karena antusiasku pada jkelas dua tersebut aku akirnya memperoleh nilai yang baik di semester tiga dan semester empat naik hingga  tuju poin ,dan aku kenjadi peringkat limasekelas di semester dan peringkat ke empat  di semester ke empat,di kelas dua ini sada kenangan yang amat tidak bisa aku lupakan saat pentas atraksi kreatifitas tiap kelas dimana kelasku kelas 2-5harus ikut serta dalam acara tersebut dan kebetulan ketua kelasnya adalah diriku.

Tidak enaknya ternyata teman-temanlaki-laki sebagian besar tidak mau berperan serta dalam pembuatan karya tersebut dan semuanya bolos saat pelaksanaannya tinggal beberapa orang saja mayoritas perempuan yang saat itu bersedia untuk di ajak kerjasamadan kira- kira hanya enam laki-laki termasuk saya yang bisa ikut saaat itu aku dan temanku  yang sedikit itu  harus berusaha keras m,engarang kalimat yel-yel yang akan kami pentaskan pada saat hai kegiatan di atraksikan karena sebelumnya teman-treman yang di ajak untuk rapat membahas itu selalu menolak dan pergi walaupun hasilnya tidak bagus aku amat puas sekali karena sudah bisa melakukan pekerjaanku sesuai tuntutan .dan hal itu pula yang menjadikanku mengerti kalau kita diatas panggung sudah tidak terasa lagi rasa takut yang terasa hanyalah suara hati kita dan tidak terdengar ketakutan.di kelas dua ini aku juga mengalami masa-masa indah saat saat pelajran sosiologi ketika kita harus berdebat dengan kawan kita karena menurutku berdebat itu tidak hanya agar kita menang tetapi juga agar pengetahuan kita bertambah.setelah mendengar pendapat orang lain.

Setelah menerima raport semester dua dan dinyatakan aku naik kekelas tiga IPA sesuai keinginanku mulailah babak baru dalam kehidupanku di sekolah untuk berkenalan denga orang –orang yang selama ini tidak aku kenaldi sini aku duduk se bangku dengan orang warga keturunan cina namanya peter anaknya lucu tetapi memiliki sifat yang baik dia memiliki banyak kata-kata bijak yang bagus danterkdang sering memberi motifasi kepadaku tentang kehidupan ini ,walaupun kami berbeda agama tetapi aku tidak pernah ikut campur mengenai masalah agamanya begitu pula dia.selain itu dia juga amat pandai berbahasa inggris sehingga kemampuan bahasa ingrisku meningkat saat bersama dengan dia saat kelas tiga tersebut aku menikmatinya tetapi agak tertekan saat pelajaran Fisika karena aku tidak berani bertanya seperti ha;lnya saat kelas dua dulu karena tiap kali ada pertanyaan mengenai soal yang di kerjakan teman di depan harus di jawab oleh yang mengerjakannya.pernah aku dua kali bertanya saat membahas soal setelah pelajaran selesai aku di tegur teman sekelaskuku untuk  tidak melakukannya karena merepotkan teman yang di tanyai.

Setelah  saat itu aku tidak berani bertanya-tanya lagi dan efeknya akumenjadi tidak bisa dalam matapelajaran tersebut.di sini aku memperoleh sebuah pelajaran menarik mengenai kebiasan bertanya mengenai hal yang tidak kita bisa,kalau kita tidak bertanya kita akan tersesat taau kalo tidak tersesat kita akan terlambat sampai di tujuan.di kelas tiga tersebut aku berkeinginan untuk bisa masuk keElektro ITS sebenarnya sih ini cita-citaku dari kelas 1 SMA  tapi aku ingin  hal itu terwujud sehinga aku berusaha keras untuk mencapainya.

Aku sadar hal itu amat sulit karena tau kemampuanku yang terbatas  tyapi aku tidak boleh putus asa dengan menyerah kepada letakutanku  sehingga ku sering kali toiduir malam untuk belajar pelajaran yang tidak aku kuasaiselama sebulan lebih aku juga ikut bimbingan belajarsebulan itu setelah ebtanas tentunya aku memandang ebtanas tidak begitu penting karena ebtanas bukan tujuan utamaku tetapi lulus SPMBlah tujuan utamanya sehingga aku proyeksikan usahaku untuk bisa di terima diELELTRO ITS dan selah menjalani tes SPMB aku amat bahagia dan bersukur sekali karena aku lolos SPMB dan di terima di ELEKTRO ITS tetapi sekarang masalahnya orang tuaku tidak memiliki dana untuk biaya daftar ulang sehingga bapakku harus mencari pinjaman sana sini untuk memenuhi uang senesar empat juta limaratus ribu ruiah.

Saat aku masuk bangku kuliah amat kaget dengan kegalakan senior-seniorku ,tetapi aku cukup menikmati permainannya sampai saatmenjelang akir pengkaderan komtingku mendaftarkanku sebagai calon penerima beastudy etos dan saat seleksi sih aku tidak meyakinkan kalau aku bisa memenuhi criteria yang mereka minta tetapi aku berusaha menjawab pertanyaannya sesuai kemampuanku.

Eh ternyata satu bulan setelah seleksi tersebut aku di terima menjadi penerima beastudy etos, satu hal yang aku ambil pelajaran adalah kita jangan pernah memikirkan kegagalan dari usaha kita karena akn melemahkan semangat kuita yang amat penting untuk kemajuan kita.beginilah sepenggal cerita diri saya yang mohon maaf jika banyak saalah dalam penulisannya karena selamaini saya amat jarang sekali menulis sebuah karya tulis.

kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s