Agus Cahyono

Agus Cahyono


Saat untuk membuat biografi satu yang aku ingat bahwa aku merupakan orang yang sulituntuk mengutarakan sesuatu melewati tulisan tapi tentunya aku tidak akan menyerah kepada keterbatasanku walaupun seandainya biografi ini kurang menarik aku mohon maaf sebesar-besarnya.

Kita mulai BIografiku ini dengan melihat dari mana aku berasal.
Aku merupakan anak ke-tiga  dari tiga bersaudara aku lahir di bulan mei tanggal 3 tepatnya  jam sebelas malam tentunya waktu Indonesia Barat aku lahir di sebuah kota kecil jombang  di tengah –tengah ptropinsi jawatimur, pertama aku lahir ttentunya menangis dan memeriahkan suasana rumahku  yang kotor di kampong Mejono ,Desa Keras  yang merupakan bagian dari kecamatan Diwek. Mungkin diwek tidak terkenal tapi jika menyebut  desa tebuireng  tempat Ponpes mungkin lebih terkenal dari dari nama kecamatannya.

Aku lahir di lingkungan Petani yang tidak berkecukupan tetapi kau selalu di ajar untuk  beruisajha  sukses di kemudian hari .kedua orang tuaku selalu berusaha untuk mendidik aku menjadi anak yang turut  ke orang tua sehingga sering kali saat aku berbuat salah aku selalu di maraha habis- habisan tapi hal itulah yang menjadiakan aku m,enjadi lebih tegar menjalani hidup selama ini tentunya aku menjalani masa-masa sekolah sebelum menjadi mahasiswa elektro its ,pertama kali aku mengerti belajar adalah melihat kedua kakakku ,kedua kakakkulah yang membuat aku membayangfjkan bahwa sekolah merupakan suatu hal enak dan mengasikkan aku ingat dengan jelas saat aku belum bisa baca dulu aku sering sekali pura-pura baca buku diktat kakakku dengan bacaan yang selalu   sama kalimat itu adalah “bejebeje….” Kalo teringat itu aku sering tertawa sendiri karena mengapa saat kecil kita begitu percaya dirinya dan amat bersemangat untuk meraih sesuatu yang kita inginkan sehingga tidak mengenal kata ogah-ogahan,karena keinginan  kerasku tersebut aku kedua orangtuaku mengajariku  belajar  embaca dan menghitung di rumah sendiri tanpa di masukkan ke taman kanak kanak.

Setelah  umur enam tahun aku langsung di masukkan ke sekolah dasar agar tidak menghabiskan banyak biaya karena sat itu kedua kakakku yangsatu perempuan sudah masuk SMA sedang masku sudah duduk di bangku SMP.setelah masuk di dunia sekolahan aku merasa pelajreannya amat mudah sekali kareena saat itu aku sudah bisa baca dan tulis serta berhitung  tetapi yang amat membuatku tidak bertahan adalah aku termasuk orong-orang termuda dalam kelasku sehingga sering kali aku di pukul atau di buat buala-bualan oleh temanku yang lebih tua maklum saja sekolah di daerah perdesaaan pasti tiap tahun pasti ada yangb tidak naik kelas sehingga aku haruis berurusan dengan anak-anak bandel yang amat senang mengganggu teman-temannya yang lemah saat itu aku memang tergolong anak yang sakit-sakitan dan  lebih sering sakit lagi karena sering kali di banting ke tanah sama anak-anak yang mengusiliku bahkan saat itu sampai – sampai seorang guru yang mengajar di SDku , memindahkan anaknya  gara-gara anak guru tersebut seringkali memukul aku dan membuat aku sering tidak masuk karena demam.

Karena beradaptasi tersebutlah membuat pelajaran ku agak terganggau ,tapi alhamdulillah  masih memeperoleh pringkat  dua sekelas tentunya aku senang tapi juga mengecewakan karena untuk pertama kalinya aku memperoleh juara kelas di kelas 1 SDN Keras 2 tetapi tidak di belikan hadiah,tetapi itulah yang di ajarkan oleh kedua orang tuaku ,untuk memperbesar-besarkan perolehan kita karena saat kita terlena oleh hadiah tersebut kita akan sering kali lupa akan tujuan kita ,begitaulah tiap tahunnya aku selalau memperoleh juara kelas tetapi tidak stabil sampaiaku kelas 4, dari kelas 4 tersebut sampai kelas 6 barualah perolehan peringkatku di kelas selalu no 1 tapi hal itu malah membuat sedih karena sering kali akun di ikutkan lomba se kecamatan saja aku tidak berhasil menembus sampai finalis, tapi aku amat bersukur walaupun aku kalah aku lebih bisa membuka mata bahwa di luar sana masih amat banyak sekali orang-orang yang brilian yang di anugrahi kelebihan oleh sang Khalik  segudang keahlian masing- masing.

Saat aku ingin menghadapi  Ebtanas mulai sering aku dan teman teman ku sekelas untuk pelajaran tambahan pelajaran ini di tempatkan di jam 00.00 atau jam enam pagi sebenarnya aku sih malas sekali tetapi karena  sifat bapakku yang tegas dan keras aku menjadi membiasakan berangkat 5.30 wib dan pulang selalu paling akir.

Tapi sat itu aku selalu menikmatinya  karena aku berharap untuk semakin pandai agar bisa di terima di  SMP faforit di Kecamatanku seperti SMP yang pernah di masuki oleh kedua kakakku .tapi kalau jujur sih aku saat itu usaha keras untuk belajar karena kakakku yang pertama  selalu memberi warning kepadaku “awas kalau tidak di terima” Tetapi mungkin kata kata itu yang menjadi motifasiku untuk dapat memperoleh danem yang baik agar bisa  masuk SMP yang aku yang selama ini aku inginkan penantian yang membuatku cukup depresi setelah Ebtanas aku hanya bisa berdoa dan berpuasa dan berharap nilai ebtanasku baik ,suatu hari aku jalan-jalan ke sekolah tapi saat itu libur aku berpapasan dengan seorang teman tapi dia dua tahun diatasku dia kelas 2 SMP tepatnya dia memberi tahuku bahwa aku memperoleh danem tertinggi di  SDku tapi aku masih tidak yakin sehingga aku tambah penasaran dan tibalah saat pembagian danem dan ijasah hari itu aku tidak datang ke sekolah tapi bapaklah yang mengambil danem&ijasahku , tentu saja aku saat itu takut jika  aku gagal dalam ujian Ebtanasku.

Tapi mengherankan bahwa aku benar-benar mendapat nilai tertinggi  di SDku aku bersukur sekali mendengar hal itu. Tapi saat aku ingin mengajukan nilaiku tersebut untuk masuk SMP yang aku inginkan aku masih ragu apakah aku bisa di terima, tetapi Bapak dan Ibuku selalu meyakinkanku bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti ada jalan yang sesuai dengan kedua kaki kita dan sebelum mencoba jangan pernah mengatakan bahwa aku tidak bisa,akirnya aku bulatkan niatku masuk di SMPyang pernah menjadi sekolah kedua kakakku.akusih tetep minder saaat aku bilang ketakutanku tersebut kepada Bapak dia selalu bialang yakinlah atas pilihanmu insaalllah ada jalan di hadapanmu.

Tibalah hari pengumuman di SMPku ,aku berangkat ke SMP untuk melihat pengumuman di terima atau tidak ,begitu mendebarkan tapi setelah tau bahwa aku ada di urutan daftar orang orang yang di terima di SMP 1 diwek tersebut aku amat senang sekaligus lemas karena di satu sisi aku Cuma satu-satunya murid dari SDN Keras 2 yang masuk ke SMP itu sehingga aku saat di sana tidak memiliki teman sama sekalali.saat pertama kali masuk sekolah saat itu aku menunggu angkot untuk dinaiki tapi lama sekali tidak dapat-dapatakirnya siang itu pukul 70.00 aku di tawari pamanku untuk diantar ke SMPku dan aku mengiyakan karena aku tau kalo aku sudah telat tiba di sana aku maunya langsung masuk ke kelas tapi ada seorang guru yang memanggilku untuk lapor dulu ke BP. Dan aku akirnya lapor ke BP. di sana aku di tanya sana-sini dan hal itu membuatku takut tapi aku berusaha untuk memberanikan diri menghadapinya.

Saat keluar dariBP aku masuk kelas dengan surat penggntar di tangan kananku saat itu pelajaran kalau tidak salah Bhs.Indonesia ibu guru menyuruhku masuk dan menanyaiku sana -sini aku tetap takut sekali kalau aku ingat –ingat lagi aku memang benar-benar takut saat berbuat salah .setelah aku di tanyai sana-sini aku di ijinkan untuk duduk aku saat itu ingat aku duduk di sebelah anak laki-laki yang bernama Rahmad.dan aku malu sekali masak pertama kali masuk aku harus melakukan kesalahan yang membuat seluruh tubuhku dingi karena ketakutan.Pelajaranku berjalan baik baik saja walaupun ada pelajaran yang sulit suli yang memebuat aku menjadi tidak bisa seperti bahasa inggis atau akutansi tapi aku masih berusaha untuk menjalaninya aku ingat saaat itu system yang di pakai di SMP saat itu masih cawu bukan semester seperti saat ini sehingga aku memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki kekuranganku ditiap cawu.

Aku bersukur juga saat di SMP orangnya beda sekali dengan di SD aku tidak pernah di ganggu lagi oleh orang –orang yang nakalwalaupun masih banyak anak –anak nakal yang sering menjaili anak- anak lain.

Akirnya aku akan naik ke kelas dua ,aku ingat betul bahwa yang mengambil rapork saat itu adalah bapakku karena ibu harus membersihkan rumah .bapak pulang ke rumah dengan wajah murung tapi ternyata beliau hanya menakutiku aku sempat kaget juga tapi akirnya aku tersenyum karena nilaiku tertinggi dari cawu-cawu sebelumnya dan ternyata nilai tersebut tertinngi se SMPku sebenarny aku bisa memperoleh beasiswa karena nilai tersebut akan tetapi karena guruku saat itu terlambat mengirimkan  daftar nialai raporku ke pusat sehingga aku tidak jadi mendapatkan beasiswa .aku sedikit kecewa tetapi aku tetap yakin bahwa rejeki kit sudah di atur oleh Allah Yang Maha Pemurah,dan berharap suatu saat nanti aku aku akan memperoleh beasiswa yang lebih baik.

Aku lanjutkan kehidupanku untuk belajar dan belajar. Aku di SMP tidak pernah ikut kegiatan ekstra kulikuler sama sekali karena yang aku takutkan adalah biaya untuk ikut kegiatan tersebut akan memberatkan kedua orang tuaku aku hanya ikut kegiatan osis dan menjadi sie keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME.disini aku bertugas mengkordinasi atau menyiapkan saat ada kegiatan upara di hari senin selain menjadi perangkat osis tersebut aku juga menjadi  menjadi  pembantu penjaga di perpustakaan di sekolahku karena aku sering sekali pergi ke perpustakaan dan amat akrab dengan penjaganya sehingga aku diajak menjadi pembantu penjaga perpustakaan. Aku senang menjalaninya karena di sana amat enak sekali aku bisa mengetahui buku-buku baru yang sedang diproses untuk dapat di pinjamkan. Aku di perpustakaan tersebut juga memperoleh banyak kawan. Tetapi pelajaranku selama sekolah di SMP peringkatku tidak stabil terkadang naik terkadang turun tapi aku masih tetap bersukur masih termasuk lima besar sekelas dan kadang kadang lima besar sesekolah.

Saat menjelang akir sekolahku di kelas tiga SMP tentunya ada bimbingan belajar yang akan di adakan sekolah untuk menghadapi Ebtanas saat itu.sistem bimbingan belajar ini berbeda dengan yang di SDku yang dulu karena waktu pelaksanaannya tidak jam ke 00.00 atau jam 06.00wib tetapi dilaksanakan di akir setelah jam sekolah selesaidi akir sekolah tersebut aku sering sekali mengalami masalah karena teman dekatku saat itu sebut saja bebek dia mengalami banyak masalah dengan lingkungan yang tidak bersahabat di luar dia pernah terkena samurai oleh anak asing yang mengaku pacar dari teman bebek untungnya  bebek tidak apa-apa.dia juga bermasalah dengan bekas pacarnya karena cemburu bebek punya pacar baru.hal tersebut membuat aku juga mengalami kebingungan membantu mengatasi masalahnya .

Dan karena itu pula akirnya mataku terbuka bahwa yang tidak di benarkan oleh agama seperti berpacaran memang benar-benar mengakibatkan efek yang buruk bagi orng yang menjalaninya.Akan tetapi  peristiwa itu juga berlalu bersama dengan waktu dan sampailah di penghujung perjalanku di SMPku aku harus menjalani ujian akir sekolahku di SMP aku saat itu aku merasa siap walaupun aku tetap saja takut sama seperti biasanya yang selalukawatir untuk gagal jika aku tidak lulus ujian akir sekolahku tapi aku tetap berusaha menghilangkan rasa takutku itu  dari pikiranku dan terus berdoa agar aku lulus dan memeperoleh nilai  yang baik agar aku bisa masuk ke SMA yang di rekomendasikan kakakku yaitu yang katanya banyak orang sebagai sekolah faforit di jombang.setelah ku tata niatku tibalah saatnya aku menjalankan ujian terakir diSMPku yang hanya akan ku jalani seumur hidupku ,aku masih teringat di hari pertama ujian itu adalah PPKN aku sedikit gemetar saat itu karena yang membagikan soal bukan guru dari SMPku sendiri tetapi guru-guru dari SMPlain yang tidak aku kenal.

Tetapi rasa takutku tersebut hilang bersamaan dengan waktu aku mengerjakan soal-soal ulangan itu,hari-demi hari kujalani aku walaupunsudah siap tetapi tetap juga masih belajar di malam hari saat Ebtanas tersebut tetapi tidak sampai malam karena aku tidak suka dengan prinsip yang banyak di katakan oleh sebagian besar orang yang suka saat ujian kita tidak perlu belajar,karena bagigu hal tersebut membuat kita meremehkan ujian yang akan kita jalani ,tetapi pendapatku ini mungkin juga salah sebab aku melakukanny karena aku takut dikatakan tidak berjuang maksimal saat terjadi kegagalan .sehinnga aku selalu berusaha sekuatku jika ingin mencapai keinginan yang aku idam-idamkan . setelah 3 hari menyelesaikan ujian akirku aku kemudian mulai tenang yang sekarang bisa aku lakukan hanya merencanakan apa yang aku lakukan jika nilaiku bagus atau jika nilaiku jelek cukup depresi juga sih rasanya menunggu hasil nilai ujian akirku.tetapi aku selalu pergi ke sekolah untuk mencari informasi apa yang terjadi tidak seperti teman-teman pada lainnya yang langsung bolos saat selesai ujian .

Tetapi aku juga malu juga harus masuk menghabiskan banyak uang untuk naik angkot tetapi mau gimana lagi aku tidak mau ketinggalan informasi mengenai hasil ujiaanku.akirnya aku mendengar informasi mengenai hasil ujian akir tetapi tidak spesifik aku dengar berita itu dari ibu penjaga Perpustakaan yang sering akubantutetapi ibu itu sring aku panggil mbak karena masih relatiuf muda seumur dengan kakakku kata mbak penjaga Perpustakaan tersebut kalau nilaiku termasuk tiga besar se-SMPku saat itu aku tidak percaya akuu kira saat itu mbaknya bercanda kemudian tibalah saatnya pembagian Danem atau lebih tepatnya daftar nilai ujian akir nasional aku heran nilaiku saat itu aku buruk menurutku sehingga aku prustasi apakah aku bisa di terima di SMA2 jombang yang saaat itu menjadi SMA terfaforit tentunya di daerahku jombang .

Aku benar-benar pesimis  takut gagal dan masuk SMA swasta karena mayoritas anak yang pintar setelah masuk Swasta di daerahku anaknya terpengaruh oleh lingkunganya dan menjadi tidak berkopenten saat di tandingkan dengan anak setingkat SMA yang lain.tapi rasa takut itu hilang setelah tau nilai lulusan SMP sekabupaten Jombang mmemang rata-ratanya turun .aku mencoba saja mendaftarkan diri ke SMA2 tanpa membeli formulir dari SMA yang lain aku amatyakin jika optimis dengan apa yang kita pilih pasti ada jalan keluarnya untuk menggapai apa yang kita tuju seperti halnya saat itu aku mendaftar ke SMA2 tersebut salah satu saratnya adalah fotokopy Kartu Keluarga tetapi di desaku kartu keluarga tersebut tidak pernah terjadi perombakan selama sepuluh tahun terakir sehingga bapak bingung harus bagaimana memenuhi persaratan tersebut,dilain pihak penutupan pendaftaran tinggal beberapa hari lagiwalaupun tampak mustahil bapak saat itu juga berusaha untuk untuk mengurus kartu keluarga di kantor kecamatan tetapi pada saat hari pendaftaran kurang 3 proses pembuatanya  belum selesai, akirnya aku putuskan untuk mendaftarkan diri  ke SMA2 pada hari itu dgn membawa surat keluarga yang sudah tidak berlaku tanpa aku foto kopi dan saat pendaftaran itu aku dilayani oleh seorang laki-laki yang akirnya menjadi guru olahragaku.

beliau sebut saja Pak Rok kata beliau saat memeriksa berkas lamaranku melihat bahwa kalau kartu keluarga yang aku bawa adalah bukan legalisir dan menyuruh aku membawa kembali surat itu dan hanya memeriksa bahwa regionalku sesuai yang aku isikan di lembar formulir tanpa menyuruhku untuk membawa legalisir dari kartu keluargaku.ehingga aku yang sat itu di antar bapakku tenang tenang saja melihat kalau nilai ujian akirku ada tidak terlalu bawah di banding temam-teman yang lain,tetapi eh ternyata saat dua hari setelah hari itu aku tersentak melihat kabar yang terpasang di papan pengumauman bahwa namaku ada dalam daftar orang yang belum lengkap administrasinya aku dan bapak lang sung menemui Pak Rok untuk mengklarifikasi mengenai masalah KK tersebut yang katanya kemaren tidak di tanyakan,ada akirnya bapak harus pualng untuk melegalisir KKyang sudah jadi di kantor kecamatan karena belum memiliki legalisirnya tetapi di sisi yang lain pendaftarannya sudah hampir tutup dan aku saat ityu panic karena kurang setengah jam bapak belum kembali aku putuskan untuk menyusul bapak dengan temanku yang saat itu mendaftarkan diri bersama bapaknya.

teruskan