Semut vs Laba – laba vs Lebah

Oleh : Sayid Basori

Semut

Menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha – dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya.

Laba-laba

Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh, ia bukan tempat yang aman, apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan yang jantan disergap untuk dihabisi oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.

Lebah

Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar efisen dalam penggunaan ruang. Yang dimakannya adalah serbuk sari bunga. Lebah tidak menumpuk makanan. Lebah menghasilkan lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi kita. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali jika diganggu. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi

obat.

Sikap kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang tadi. Ada yang berbudaya ‘semut’. Sering menghimpun dan menumpuk harta menumpuk ilmu yang tidak dimanfaatkan. Budaya ‘semut’ adalah budaya ‘aji mumpung’. Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya.

Entah berapa banyak juga tipe ‘laba-laba’ yang ada di sekeliling kita. Yang hanya berpikir: “Siapa yang dapat dijadikan mangsa”. Atau seperti lebah, yang tidak merusak dan tidak menyakitkan : “Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya”

Sisa usia kita sekarang ini, akan kita gunakan seperti “siapa”?

Semutkah…..?

Laba-laba kah….?

Ato

Seperti Lebah?

Semua itu tergantung niat kita selama ini.

Tergantung langkah kaki kita ini, kita melangkah ini untuk siapa?

Hati kita ini untuk siapa?

Pengabdian kita ini untuk siapa?

HIDUP adalah TANTANGAN, HADAPILAH

HIDUP adalah KEINDAHAN, KAGUMILAH

HIDUP adalah TRAGEDI, TANGISILAH

HIDUP adalah TUGAS, TEKUNILAH

HIDUP adalah MISTERI, TAKJUBILAH

HIDUP adalah IMPIAN, WUJUDKANLAH

HIDUP adalah PERLOMBAAN, MENANGKANLAH

HIDUP adalah JANJI, PENUHILAH

HIDUP adalah TEKA-TEKI, JAWABLAH

HIDUP adalah PERJALANAN, TEMPUHLAH

HIDUP adalah MASA LALU, TINGGALKANLAH

HIDUP adalah MASA KINI, HIDUPLAH DALAMNYA

HIDUP adalah MASA DEPAN, BERHARAPLAH

HIDUP adalah PELAJARAN, PELAJARILAH

HIDUP adalah PENGABDIAN, TUNAIKANLAH

HIDUP adalah MELODI, SENANDUNGKANLAH

HIDUP adalah SUKACITA, TERTAWALAH

HIDUP adalah PENGHARAPAN, BERMIMPILAH

HIDUP adalah KERJA KERAS, BERLETIHLAH

HIDUP adalah KETEKUKAN, BERUSAHALAH

HIDUP adalah RODA, BIJAKSANALAH

HIDUP adalah WAKTU, BERHIKMATLAH

HIDUP adalah AKU dan KAMU, BERSAMALAH

Dan…………

HIDUP adalah SEGALANYA… MILIKILAH ARTINYA

Semut?

Laba-laba?

Lebah?

Semoga “Kita” adalah termasuk golongan “lebah”

Lebah tidak menumpuk “pujian dan balasan”. Lebah sangat “disiplin”, mengenal “pembagian kerja”, segala yang “tidak berguna” disingkirkan dari sarangnya. Lebah menghasilkan lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi sesama, bukankah sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain, saudaraku??

By : Sayid Basori E’06 (Teknik Industri)

2 thoughts on “Semut vs Laba – laba vs Lebah

  1. Ping balik: Semut, laba - laba dan lebah « Beastudi etos Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s