
| Etoser 2005 | |
| Ikhwan | |
| Abdul Basyir | T. Industri ITS |
| Agus Cahyono | T. Elektro ITS |
| Bagus Arif Rakhman | T. Mesin ITS |
| Dendy Kuncoro | T. Elektro ITS |
| Nur Cahyono | Ilmu Hukum UNAIR |
| Sahkundiyar | T. Kimia ITS |
| Triyono | T. Informatika ITS |
| Isnan Sigit Santoso | T. Mesin ITS |
| M. Mal’an Rizki | T. Informatika ITS |
| Akhwat | |
| Dina Aisyah | T. Industri ITS |
| Efi Trisningwati | T. Kimia ITS |
| Luluk Maratus Solekhah | T. Sipil ITS |
| Nur Sufianti | T. Kimia ITS |
| Tri Eko Wahyuni | Pend. Dokter UNAIR |
Abdul Basyir Since a child I was very very uncomfortable and unconfident with my own. I din’t know what cause it happen to me. Even I din’t have a bravemant to see my own face in front of mirror. You know it is quite terrible for the child who has such filling. Up to elementary school I didn’t feel a significant change in personality. Although I always got the first rank in my class, I still felt like I’m the worst person … |
Agus Cahyono aku lahir di lingkungan Petani yang tidak berkecukupan tetapi kau selalu di ajar untuk berusaha sukses di kemudian hari .kedua orang tuaku selalu berusaha untuk mendidik aku menjadi anak yang turut ke orang tua sehingga sering kali saat aku berbuat salah aku selalu di maraha habis- habisan tapi hal itulah yang menjadiakan aku m,enjadi lebih tegar menjalani hidup selama ini tentunya aku menjalani masa-masa sekolah sebelum menjadi mahasiswa elektro its ,pertama kali aku mengerti belajar adalah melihat kedua kakakku ,kedua kakakkulah yang membuat aku membayangfjkan bahwa sekolah merupakan suatu hal enak dan mengasikkan aku ingat dengan jelas saat aku belum bisa baca dulau aku sering sekali pura-pura baca buku diktat kakakku dengan bacaan yang selalu sama kalimat itu adalah … |
| Dendy Kuncoro Di TK aku sering diolok-olok,dan dikucilkan sehingga membuat aku menjadi tidak PD.Pernah suatu ketika bibiku dari Banyuwangi memberiku jam digital.Waktu kubawa ke sekolah jamku dirampas oleh teman-teman dan dipukul dengan batu ,sehingga hancur.Di tahun pertama TK waktu di kelas aku tidak mau menulis atau apapun aku hanya diam saja.Aku masih ingat waktu orang tuaku mengajariku membaca… |
| Efi Trisningwati Berkata dengan sifat saya yang keras itu(wajar saya kan pencampuran antara darah madura dan jawa, intinya kolaborasi dua kebudayaan besar di Indonesia ya jadinya seperti saya sekarang ini). Saya ingat sekali saat saya mengiginkan sesuatu, dalam diri saya selalu memberontak ingin mengejar dan mendapatkan apa yang saya inginkan (tapi dengan catatan saya gak mau dan gak ingin merepotkan orang lain, terlebih kedua orang tua saya). Bagaimana keinginan saya untuk tetap sekolah ketika kondisi terpuruk melanda keluarga saya… |
| Luluk Mar’atus Sholehah Saat itu perasaan seneng atau sedih saat mengetahui bahwa saya diterima masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SPMB,yang terlintas dipikiran saya hanya “saya bisa membayar uang masuk kuliah apa gak y…! “. Hal itu yang sangat membuat saya putus asa untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi. Tapi disisi lain saya yakin bahwa Allah pasti akan memberikan kemudahan jalan pada saya … |
| Sahkundiyar
Perlu diketahui bahwa pada saat itu penulis memiliki kekurangan yang sangat menonjol yaitu rendah diri, kurang berani ngomong dan mengekspresikan diri. Hal ini benar-benar menghambat kemajuan penulis karena sangat merugikan bagi perkembangan penulis. Tetapi penulis sadar bahwa hal ini harus segera diakhiri… |
| Triyono
Memang, keadaan ekonomi keluargaku berada di bawah keluarga yang lain di desa saya yang kebanyakan berpunya. Belum lagi hutang di mana – mana, baik di bank maupun kepada orang lain. Hutang itu seakan tidak mau pergi dari keluargku. Atau, jikalau mau pergi, tapi ia berjalan sangat lambat, lebih lambat dari pada penambahannya. Hal itu tentu sangat memberatkan bagi semua anggota keluargaku. Hal itu sudah terjadi sejak lama, sejak aku kecil. Jadi aku dibesarkan dalam keadaan yang seperti itu. Tapi di balik semua itu, aku bisa merasakan betapa nikmatnya apabila mendapatkan rezeki yang diberikan Allah kepada keluargaku … |
Tri Eko Wahyuni Cita-citaku sejak kecil memang ingin menjadi seorang dokter. Tapi dulu itu hanyalah sebuah perkataan anak kecil yang polos ketika ia ditanyai tentang mimpinya. Karena anak kecil tidak akan memikirkan bagaimana susahnya jalan menuju kesana, hanya sekedar pernyataan yang terlontar yang berasal dari keinginan hatinya yang paling dalam. Dan hanya satu yang ia tahu waktu itu hanyalah giat belajar jadi anak pandai untuk menjadi seorang dokter. Keinginan itu semakin tumbuh dan berkembang dalam hatiku hingga aku berada di bangku SMA. Tapi saat itu aku sudah bisa berfikir bahwa tidaklah mudah jalan untuk mencapai impian itu … |
| kembali |